Pages

Minggu, 27 Mei 2018

Pembinaan Akhlak Mahasantri Mahad al-Jami'ah IAIN Palangka raya belum sepenuhnya Terealisasi


Akhlak Mahasantri Belum Sepenuhnya Terealisasikan
 Sesuai dengan Visi dan Misi Mahad Al-Jami’ah



Akhlak adalah suatu sifat yang tertanam didalam jiwa seseorang dan dari sifat tersebut timbul suatu perbuatan dengan mudah/gampang tanpa perlu pemikiran dan pertimbangan. Akhlak merupakan suatu sistem nilai yang mengatur tindakan dan pola sikap manusia dimuka bumi. Adapun sistem nilai tersebut antara lain adalah ajaran islam dengan al-Qur’an dan sunnah Rasul sebagai sumber nilainya dan ijtihad sebagai metode berfikir islami.
Akhlak erat kaitannya dengan perbuatan. Bila seseorang melakukan perbuatan baik maka perbuatan tersebut dikatakan akhlak mulia. Sebaliknya, bila seseorang melakukan perbuatan buruk  maka perbuatan tersebut dikatakan akhlak yang buruk. Mengenai hal tersebut maka dibutuhkan bimbingan dan pengajaran baik dari diri sendiri, orang lain, guru maupun lembaga bahkan tempat tinggal  dalam upaya membina pendidikan karakter kita agar menjadi insan yang berakhlak yang mulia.
Berbicara mengenai cara pembinaan akhlak salah satunya adalah pembinaan akhlak di Mahad al-Jami’ah IAIN Palangka raya. Mahad al-Jami’ah adalah asrama tempat tinggal bagi mahasiswa IAIN Palangka raya terkhusus bagi mahasiswa baru, dan mahasiswa yang tinggal di mahad al-Jami’ah di sebut dengan mahasantri. Mahad al-Jamiah merupakan tempat pembinaan karakter dan kebahasaan dan lain sebagainya yang bertujuan mengembangkan potensi mahasantrinya. Mengenai pembinaan akhlak di mahad al-Jamia’ah sepenuhnya masih belum terealisasikan seperti yang diharapkan sesuai dengan visi dan misi mahad al-Jami’ah.
Salah satu faktanya masih banyak kejadian kehilangan sendal terutama di mahad putra baik itu terjadi pada mahasantrinya maupun musyrifnya. Terutama ketika ingin berangkat kemasjid pada waktu sholat maghrib maupun sholat subuh, baik mahasantri maupun musyrifnya kesulitan mencari sendal mereka, diperkirakan karena telah dibawa oleh mahasantri yang lain. Hal seperti ini tidak boleh dianggap sepele karena merupakan perbuatan ghasab yaitu perbuatan mengambil sesuatu yang bukan miliknya secara aniaya (tidak baik, tidak meminta izin terlebih dahulu) dan secara terang-terangan atau tidak sembunyi-sembunyi. Dari ‘Abdullah bin as-sa-ib bin Zaid, dari ayahnya, dari kakeknya Radhiallahu anhum bahwa ia mendengar Rasulullah ‘alaihi wasallam bersabda “Janganlah seorang dari kalian mengambil barang saudaranya, tidak dengan main-main tidak pula sungguhan, barangsiapa mengambil tongkat saudaranya hendaklah ia mengembalikannya”. Perbuatan ghasab adalah dosa dan hukumnya adalah haram, jadi perbuatan seperti ini yang biasa dilakukan  janganlah dianggap sepele karena merupakan perbuatan dosa.  Hal ini membuktikan bahwa pembinaan akhlak di mahad al-Jami’ah masih belum terealisasikan sepenuhnya terutama paada mahasantrinya.
Jadi diharapkan pembinaan akhlak atas mahasantri dapat di tingkatkan lagi dengan  salah satu cara seperti penyampaian tausiyah akan bahayanya sifat ghasab bagi umat islam atau memberikan hukuman yang tegas bagi pelanggar aturan yang ada di mahad al-Jamiah agar terwujudnya mahasantri yang berkarakter dan berakhlak mulia sesuai dengan visi dan misi mahad al-Jami’ah.

6 komentar:

Hesti Apriliani mengatakan...

Semangat musyrif deby, 2000 mahasiswa tahun ini

Anonim mengatakan...

Semangattt jadi brother by 😂

Deby wahyudi mengatakan...

Aamiin.. Terimakasih

Unknown mengatakan...

Good luck

Hidayatul Aliyah mengatakan...

Ditunggu postingan berikutnya

Asmahul fitri mengatakan...

good 👍

Posting Komentar